Skip to main content
VluxTech
Blog · Website & SEO

Jualan di Marketplace atau Website Sendiri? Hitung Potongannya

Jualan di marketplace adalah cara paling gampang dapat pembeli di Indonesia. Pembelinya sudah ada di sana, mencari barang yang Anda jual.

Tapi setiap penjualan dipotong dulu sebelum uangnya sampai ke Anda, dan platform bisa mengubah biayanya kapan saja. Artikel ini menunjukkan berapa yang diambil marketplace dari satu penjualan, dengan tarif resmi, dan kapan Anda perlu punya website sendiri juga.

Berapa yang dipotong marketplace

Ini biaya penjual yang dicantumkan TikTok Shop by Tokopedia di halaman resmi Seller Center, terakhir diperbarui 15 September 2026:

  • Komisi platform: 2,5% sampai 12,2% dari harga setelah diskon Anda, tergantung jenis penjual dan kategori produk.
  • Komisi dinamis: 3% sampai 8%, maksimal Rp60.000 per barang sejak 16 September 2026, kalau Anda memakai benefit promosi standar platform (rinciannya). Pakaian, sepatu, dan tas kena 8%.
  • Biaya pemrosesan pesanan: Rp1.250 per pesanan.
  • Biaya layanan logistik: Rp540 sampai Rp5.060 per pesanan, tergantung ukuran paket dan rute.

Shopee juga memotong biaya admin sesuai kategori. Angka Shopee tidak kami cantumkan karena belum bisa kami cek di halaman resmi Shopee. Lihat rincian pembayaran pesanan Anda sendiri di Seller Centre Shopee.

Contoh: satu kemeja

Misalnya Anda menjual kemeja Rp100.000, dengan komisi platform paling rendah dan kena komisi dinamis:

  • Komisi platform 2,5%: Rp2.500
  • Komisi dinamis 8%: Rp8.000
  • Pemrosesan pesanan: Rp1.250
  • Logistik, tarif terendah: Rp540

Totalnya sekitar Rp12.300 dari Rp100.000, belum termasuk iklan, voucher, atau program tambahan. Kalau komisi platform Anda lebih tinggi, potongannya lebih besar.

Aturannya milik mereka

  • Biaya bisa berubah. Batas komisi dinamis berubah pada 16 September 2026. Perubahan berikutnya bisa naik, bisa turun.
  • Ada biaya yang tidak kembali. Kalau pesanan yang sudah sampai lalu diretur atau di-refund, komisi dinamisnya tidak dikembalikan ke Anda, menurut halaman Seller Center yang sama.
  • Pelanggan lama kembali ke aplikasi. Pembeli yang puas dan mau beli lagi akan membuka marketplace. Di sana mereka melihat toko pesaing di sebelah Anda, dan Anda bayar potongan lagi.

Apa yang berubah kalau punya website, dan apa yang tidak

Penjualan lewat website atau WhatsApp Anda sendiri tidak kena komisi marketplace. Kalau pembeli bayar pakai QRIS, transaksi sampai Rp100.000 bebas biaya sejak 1 Oktober 2026 (artikel kami soal itu).

Tapi website juga tidak gratis, dan tidak ada yang menemukannya secara kebetulan. Ada biaya domain, hosting, dan pembuatan, dan Anda harus mengarahkan orang ke sana lewat Google, Instagram, dan pelanggan yang sudah ada. Pembeli baru biasanya tetap menemukan Anda di marketplace dulu.

Tes 15 menit

  1. Buka laporan penghasilan untuk 10 pesanan marketplace terakhir. Jumlahkan semua potongannya.
  2. Bagi 10. Itulah biaya satu pesanan.
  3. Hitung berapa pembeli bulan lalu yang sebelumnya pernah beli di toko Anda.
  4. Kalikan kedua angka itu. Kira-kira segitulah yang Anda bayar setiap bulan untuk berjualan ke orang yang sudah kenal Anda.

Kalau angkanya lebih besar dari biaya website per bulan, website layak dibuat.

Artinya untuk Anda

  • Tetap pakai marketplace untuk mencari pembeli baru. Itu yang sebenarnya Anda bayar.
  • Buat jalur langsung untuk pelanggan yang sudah kenal Anda. Website sederhana berisi katalog, harga, dan tombol WhatsApp sudah cukup. Pasang link-nya di bio Instagram dan Google Business Profile.
  • Jangan ajak pembeli marketplace bayar di luar aplikasi. Baca dulu aturan platform Anda, karena melanggarnya bisa membuat toko kena sanksi.

Ingin website sederhana yang menerima pesanan tanpa potongan komisi? Jadwalkan konsultasi gratis, atau lihat cara kami membuat website.