Website agen travel yang menuliskan pesan WhatsApp untuk Anda

Masalahnya
Chat agen travel penuh dengan pesan pembuka yang sama — tanggal mana yang masih ada, sisa berapa kursi, berapa biayanya untuk berdua, apa saja yang sudah termasuk. Tiap pertanyaan butuh tiga kali balas sebelum sampai ke pemesanan, dan detail tripnya tersimpan di PDF yang tidak pernah dibuka.
Yang kami bangun
Delapan halaman dalam bahasa Indonesia dan Inggris berisi enam destinasi, itinerary setiap trip, apa yang termasuk dan tidak, serta tanggal keberangkatan dengan sisa kursinya. Di setiap trip pengunjung memilih tanggal dan jumlah peserta, melihat totalnya, lalu sekali ketuk mengirim pesan WhatsApp yang sudah menyebut nama trip, tanggal, dan jumlah orang.
Proyek lainnya

Halaman restoran yang menjawab empat pertanyaan itu-itu saja
Satu halaman berisi menu lengkap dengan foto, jam buka, peta lokasi, dan tombol langsung ke reservasi, WhatsApp, dan LINE. Pertanyaannya terjawab sendiri sebelum ada yang perlu mengetik.

Halaman barbershop yang menjawab soal harga sebelum ditanya
Satu halaman berisi daftar harga lengkap dengan durasinya, latar belakang barber-nya, hasil kerjanya, dan jam buka, ditutup tombol WhatsApp yang selalu ada dalam jangkauan jempol. Pertanyaannya terjawab sebelum ada yang membuka chat.

Halaman kafe yang sudah tahu sedang buka atau tidak
Lima halaman dalam bahasa Indonesia dan Inggris berisi menu lengkap dengan harganya, tiga outlet dengan badge buka-sekarang yang membaca jam Jakarta sungguhan alih-alih tulisan mati, dan tempat memesan di setiap layar — WhatsApp di header, GoFood dan GrabFood sejauh satu jempol di ponsel.
