Masih Perlu Website Kalau Sudah Punya Instagram?
Banyak usaha kecil berjalan sepenuhnya di Instagram. Pelanggan menemukan Anda di sana, chat di sana, dan pesan di sana juga. Jadi wajar kalau Anda bertanya: buat apa bayar website?
Untuk sebagian usaha, Instagram memang sudah cukup, setidaknya untuk sekarang. Untuk yang lain, pelanggan hilang diam-diam karena tidak pernah menemukan Anda. Berikut cara mengetahui Anda termasuk yang mana, lengkap dengan tes sepuluh menit.
Instagram itu lapak sewaan, bukan toko sendiri
Akun Instagram Anda ada di "tanah" milik orang lain. Ketentuan Penggunaan Instagram mengizinkan mereka menghapus konten dan menonaktifkan akun kalau menurut mereka ada aturan yang dilanggar. Kadang mereka salah, dan akun bisa lama sekali baru kembali.
Akun juga bisa dibajak. Kalau itu terjadi, postingan, followers, dan DM Anda tidak bisa dibuka sampai akunnya kembali.
Anda juga tidak bisa menentukan siapa yang melihat postingan Anda. Postingan yang tidak muncul di beranda followers sama saja dengan tidak ada. Website berbeda: alamatnya, isinya, dan data pelanggannya milik Anda.
Orang yang mencari di Google sering tidak sampai ke Instagram Anda
Coba pikir bagaimana pelanggan baru mencari dokter gigi, laundry, atau katering. Banyak yang langsung mengetik di Google atau Google Maps: "laundry terdekat", "katering di Bandung".
Postingan Instagram susah ditemukan dengan cara ini. Harga, jam buka, dan menu Anda tenggelam di postingan lama dan highlight story. Website mengumpulkan semuanya di satu halaman yang bisa ditampilkan Google.
Google Business Profile, kotak yang muncul di Maps, punya kolom untuk alamat website. Anda bisa menambah atau mengubahnya dalam beberapa langkah. (Panduan Google)
Kapan Instagram saja sudah cukup
- Anda sedang mencoba ide baru dan belum tahu apakah akan jalan terus.
- Sebagian besar penjualan datang dari orang yang sudah follow Anda.
- Produk Anda mengandalkan foto, dan semua pesanan memang selesai lewat DM.
- Pelanggan tidak mencari produk Anda. Mereka menemukannya saat scroll.
Kapan website sederhana layak dibuat
- Orang mencari jenis usaha Anda di daerah Anda.
- Anda menerima booking atau pesanan, dan seharian menjawab pertanyaan yang sama.
- Anda menjual ke perusahaan, hotel, atau sekolah yang mengecek dulu sebelum membeli.
- Sebagian pelanggan tidak main Instagram, atau Anda berjualan ke luar kota.
- Harga atau menu sering berubah, dan Anda capek memposting ulang.
Tes 10 menit
- Cari nama usaha dan kota Anda di Google. Apa yang muncul paling atas? Apakah itu sesuatu yang Anda kelola?
- Cari produk Anda ditambah nama daerah, misalnya "laundry kiloan Bekasi". Apakah Anda muncul?
- Hitung DM minggu lalu yang menanyakan jam buka, harga, atau lokasi. Semua itu bisa dijawab oleh website.
- Bayangkan akun Anda hilang besok. Apakah Anda masih bisa menghubungi pelanggan tetap?
Kalau jawaban nomor empat "tidak", mulai dari situ. Simpan daftar nomor WhatsApp pelanggan tetap di luar Instagram, tentu dengan izin mereka.
Artinya untuk Anda
- Tetap pakai Instagram. Instagram masih tempat yang bagus untuk memamerkan hasil kerja dan ngobrol dengan pelanggan.
- Tambahkan website sederhana, satu halaman pun cukup: apa yang Anda jual, harga atau menu, jam buka, peta, dan tombol WhatsApp.
- Pasang link website di bio Instagram dan Google Business Profile, supaya keduanya saling mengirim pengunjung.
Kalau Anda ingin dibantu membuat website sederhana yang mendatangkan pelanggan dari Google, jadwalkan konsultasi gratis. Anda juga bisa melihat cara kami membuat website.
