Website agen properti yang setiap listingnya sudah diukur

Masalahnya
WhatsApp agen properti selalu dibuka dengan pertanyaan yang sama — masih ada atau tidak, lokasinya persis di mana, kamarnya seluas apa, bisa lihat hari Sabtu, berapa cicilan per bulannya. Listingnya ada di portal di antara ratusan lainnya, dengan foto ponsel dan tanpa denah, jadi agen menjawab semua itu satu per satu sebelum survei sempat dijadwalkan.
Yang kami bangun
Sepuluh jenis halaman dalam bahasa Indonesia dan Inggris: listing yang bisa dicari berdasarkan kota, jenis, harga dan jumlah kamar, masing-masing dengan denah berskala yang menyebut setiap ruang dan luasnya, sertifikat tanahnya, dan pemilih jadwal survei untuk hari dan jam. Ada simulasi KPR, proyek baru dengan progres pembangunan dan sisa unitnya, serta penawaran investasi dengan imbal hasilnya. Setiap tombol berujung pada pesan WhatsApp yang sudah menyebut properti, harinya, atau angkanya.
Proyek lainnya

Halaman restoran yang menjawab empat pertanyaan itu-itu saja
Satu halaman berisi menu lengkap dengan foto, jam buka, peta lokasi, dan tombol langsung ke reservasi, WhatsApp, dan LINE. Pertanyaannya terjawab sendiri sebelum ada yang perlu mengetik.

Halaman barbershop yang menjawab soal harga sebelum ditanya
Satu halaman berisi daftar harga lengkap dengan durasinya, latar belakang barber-nya, hasil kerjanya, dan jam buka, ditutup tombol WhatsApp yang selalu ada dalam jangkauan jempol. Pertanyaannya terjawab sebelum ada yang membuka chat.

Halaman kafe yang sudah tahu sedang buka atau tidak
Lima halaman dalam bahasa Indonesia dan Inggris berisi menu lengkap dengan harganya, tiga outlet dengan badge buka-sekarang yang membaca jam Jakarta sungguhan alih-alih tulisan mati, dan tempat memesan di setiap layar — WhatsApp di header, GoFood dan GrabFood sejauh satu jempol di ponsel.
