Website restoran yang tamunya memilih meja sendiri

Masalahnya
WhatsApp restoran menerima pertanyaan yang sama setiap sore: Sabtu jam tujuh ada meja untuk enam orang, bisa duduk dekat jendela, per orang berapa sudah termasuk pajak, bisa pesan duluan untuk ulang tahun. Admin mengecek buku, bertanya balik dan menyebut harga tanpa service, dan rombongan yang membandingkan tempat memesan di yang paling cepat membalas.
Yang kami bangun
Tujuh jenis halaman dalam bahasa Indonesia dan Inggris, hitam pekat dengan huruf putih dan kapital ramping yang sangat tinggi, setiap foto dibingkai seperti cetakan, mengikuti referensi Dribbble pilihan pemiliknya. Tombol plus di piring pada foto beranda membuka setiap hidangan dengan pulau asal, porsi dan harganya. Menu dijelajahi lewat peta Nusantara, dan rombongan menyusun pesanannya di sana dengan service dan pajak dihitung per baris. Reservasi menggambar ruangan sebagai denah: pilih tanggal, jam dan jumlah tamu, lalu meja yang muat dan masih kosong menyala, sehingga tamu memilih mejanya sendiri. Set menu untuk rombongan menghitung total dan uang mukanya. Setiap alur berakhir di satu pesan WhatsApp yang sudah berisi tanggal, jam, meja dan pesanannya, dan setiap halaman punya judul, deskripsi, breadcrumb dan structured data sendiri.
Proyek lainnya

Halaman barbershop yang menjawab soal harga sebelum ditanya
Satu halaman berisi daftar harga lengkap dengan durasinya, latar belakang barber-nya, hasil kerjanya, dan jam buka, ditutup tombol WhatsApp yang selalu ada dalam jangkauan jempol. Pertanyaannya terjawab sebelum ada yang membuka chat.

Halaman kafe yang sudah tahu sedang buka atau tidak
Lima halaman dalam bahasa Indonesia dan Inggris berisi menu lengkap dengan harganya, tiga outlet dengan badge buka-sekarang yang membaca jam Jakarta sungguhan alih-alih tulisan mati, dan tempat memesan di setiap layar: WhatsApp di header, GoFood dan GrabFood sejauh satu jempol di ponsel.

Website agen travel yang menuliskan pesan WhatsApp untuk Anda
Delapan halaman dalam bahasa Indonesia dan Inggris berisi enam destinasi, itinerary setiap trip, apa yang termasuk dan tidak, serta tanggal keberangkatan dengan sisa kursinya. Di setiap trip pengunjung memilih tanggal dan jumlah peserta, melihat totalnya, lalu sekali ketuk mengirim pesan WhatsApp yang sudah menyebut nama trip, tanggal, dan jumlah orang.



